MUARADUA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) bergerak cepat menanggapi bencana tanah longsor yang menutup akses utama menuju Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sindang Danau.
Sebagai tindak lanjut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan pada Selasa dini hari, 3 Februari 2026, menurunkan alat berat ke lokasi kejadian untuk membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan.
Hingga saat ini, akses jalan sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Meski demikian, kondisi jalan masih licin dan lengket terutama saat hujan, karena sisa material tanah belum sepenuhnya terangkat dari badan jalan.
Sebelumnya, Pemerintah Desa bersama warga setempat telah melakukan upaya pembersihan secara gotong royong. Namun, kondisi tanah yang masih labil serta adanya potensi longsor susulan membuat proses pembersihan manual mengalami hambatan, sehingga diperlukan bantuan alat berat.
Bupati Ogan Komering Ulu Selatan menyampaikan apresiasi kepada BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat yang telah sigap dan bekerja sama dalam penanganan bencana tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan yang masih tinggi dan berpotensi menimbulkan bencana alam di sejumlah wilayah.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya menunda perjalanan saat hujan demi keselamatan,” tegas Bupati.
Selain itu, Bupati mengimbau khususnya kepada warga Desa Tanjung Harapan dan daerah sekitarnya untuk tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan, menghindari aktivitas di sekitar lokasi kejadian, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang membahayakan.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penanganan bencana secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi, sembari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, dan mengutamakan keselamatan bersama. (rel)













