Example 300x600
Daerah

Banjir Hantam Sungai Kibul, Dua Jembatan di Tanjung Jaya Rusak Berat

×

Banjir Hantam Sungai Kibul, Dua Jembatan di Tanjung Jaya Rusak Berat

Sebarkan artikel ini
Bangunan jembatan beton di dusun 3 Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan yang hancur diterjang banjir. Foto: Deni Kemala/XMEDIA.NEWS.

Laporan: Deni Kemala.

OKU SELATAN, XMEDIA.NEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Buay Pemaca pada Kamis malam (30/4/2026) memicu meluapnya aliran Sungai Kibul. Akibatnya, sebuah jembatan beton di Dusun 3, Desa Tanjung Jaya, mengalami kerusakan parah setelah diterjang derasnya arus banjir.

Peristiwa ini langsung berdampak besar terhadap aktivitas warga, mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung antarwilayah di desa tersebut.

Akses Vital Warga Lumpuh Total

Jembatan beton Sungai Kibul selama ini menjadi jalur penting bagi masyarakat Dusun 3, baik untuk menuju permukiman di seberang sungai, pusat desa, hingga akses ke sekolah dan perkebunan.

Umar Mursalin menjelaskan bahwa kerusakan jembatan terjadi saat debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras.

“Jembatan ini sangat penting bagi warga, termasuk anak-anak yang setiap hari melintasinya untuk pergi ke sekolah,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Bangunan jembatan beton di dusun 3 Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan yang hancur diterjang banjir. Foto: Deni Kemala/XMEDIA.NEWS.

Dua Jembatan Rusak, Kondisi Memprihatinkan

Tidak hanya jembatan beton, satu jembatan gantung yang berada di wilayah dusun tersebut juga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.

Menurut Umar Mursalin, kondisi kedua jembatan kini sangat memprihatinkan dan tidak lagi aman untuk digunakan oleh warga.

“Ada dua jembatan yang rusak, satu jembatan beton dan satu lagi jembatan gantung. Keduanya terdampak cukup parah,” ungkapnya.

Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat

Menanggapi kondisi darurat tersebut, warga bersama aparat dusun bergerak cepat melakukan gotong royong membangun jembatan sementara secara swadaya. Material yang digunakan berasal dari sumbangan masyarakat, seperti batang pinang dan papan kayu.

Langkah ini dilakukan agar aktivitas warga, khususnya anak-anak sekolah, tetap bisa berjalan.

“Hari ini kami bersama warga membuat jembatan darurat agar anak-anak tetap bisa bersekolah. Kalau tidak segera dibuat, mereka tidak bisa berangkat pada hari Senin,” jelasnya.

Kerusakan jembatan ini telah dilaporkan kepada pemerintah desa. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan permanen.

Bagi masyarakat Dusun 3 Tanjung Jaya, jembatan Sungai Kibul bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan yang menopang aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan hingga perekonomian. (DK)