Laporan: Deni Kemala.
OKU SELATAN, XMEDIA.NEWS – Suasana berbeda tampak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumber Ringin, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, saat pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu (2/5/2026).
Upacara yang digelar di lapangan sekolah tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah, dengan para siswa dan guru kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Semarak Pakaian Adat, Cerminan Keberagaman Nusantara
Sejak pagi, halaman sekolah berubah layaknya panggung budaya. Aneka busana tradisional dari berbagai provinsi dikenakan para siswa dan dewan guru, mulai dari busana khas Sumatera hingga Papua.
Keberagaman pakaian adat ini menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang arti persatuan dalam keberagaman.
Antusiasme pun terlihat jelas dari para peserta upacara. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini
Kepala SDN Sumber Ringin, Herwani, menjelaskan bahwa penggunaan pakaian adat dalam peringatan Hardiknas bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada para siswa.
“Anak-anak hari ini terlihat sangat antusias dan senang. Dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, mereka bisa lebih mengenal keberagaman budaya Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang menjadi pengingat pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memajukan pendidikan.
Siswa Bangga Kenakan Busana Tradisional
Tak hanya guru, para siswa juga mengaku senang bisa tampil berbeda saat mengikuti upacara. Mengenakan pakaian adat memberikan pengalaman baru sekaligus kebanggaan tersendiri bagi mereka.
“Senang kak, hari ini upacara pakai baju adat. Ternyata Indonesia punya banyak sekali budaya dan pakaian adat,” ungkap beberapa siswa dengan wajah ceria.
Kehadiran para orang tua yang turut menyaksikan upacara semakin menambah semarak suasana. Momen ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus pembelajaran nyata tentang pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan semangat cinta tanah air dan apresiasi terhadap keberagaman budaya dapat terus tumbuh dalam diri para generasi muda sejak dini. (DK)













