Example 300x600
Daerah

Dulu Jadi Andalan, Kini Terlupakan: Jalan Mehanggin–Datar Memprihatinkan

×

Dulu Jadi Andalan, Kini Terlupakan: Jalan Mehanggin–Datar Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini
Kondisi akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Mehanggin menuju kawasan Trans Mehanggin hingga Desa Datar, Kecamatan Muaradua. Foto: Deni Kemala/XMEDIA.NEWS.

Laporan: Deni Kemala.

OKU SELATAN, XMEDIA.NEWS – Kondisi akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Mehanggin menuju kawasan Trans Mehanggin hingga Desa Datar, Kecamatan Muaradua, kian memprihatinkan. Pantauan di lapangan, Jumat (24/4/2026), menunjukkan jalan tersebut seolah “ditelan waktu” tanpa perawatan.

Di sejumlah titik, badan jalan menyempit akibat ditumbuhi rumput liar. Sementara pada bagian tanjakan Bukit Mundur, kerusakan cukup parah membuat kendaraan roda empat kesulitan melintas.

Padahal, kawasan Trans Mehanggin dikenal sebagai salah satu sentra pertanian warga. Komoditas seperti karet, jagung, hingga hasil perkebunan lainnya menjadi sumber penghidupan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses jalan tersebut.

Jalan Sepi, Perawatan Ikut “Hilang”

Juanda, salah satu warga, menuturkan kondisi jalan tersebut sudah lama tidak tersentuh perawatan. Ia menyebut perubahan mulai terasa sejak dibukanya akses baru dari Desa Pedagan menuju Desa Datar.

“Sejak ada jalan baru itu, jalur ini jadi sepi kendaraan roda empat. Sekarang lebih sering dipakai motor saja, itupun warga yang mau ke kebun,” ujarnya.

Senada, Rahmin menyayangkan kondisi jalan yang dibiarkan rusak, padahal memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi warga.

“Di Trans Mehanggin ini pusat perkebunan masyarakat. Kalau jalannya dirawat, mobil masih bisa lewat lancar. Sayang kalau dibiarkan begini,” katanya.

Kondisi akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Mehanggin menuju kawasan Trans Mehanggin hingga Desa Datar, Kecamatan Muaradua. Foto: Deni Kemala/XMEDIA.NEWS.

Pernah Diusulkan, Belum Tersentuh

Kepala Desa Mehanggin, Husni, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa jalur tersebut dulunya merupakan satu-satunya akses utama menuju Desa Datar sebelum adanya jalan alternatif melalui Desa Pedagan.

“Sekarang memang sudah sepi. Tapi tetap penting sebagai akses alternatif warga, apalagi untuk ke kebun,” jelasnya.

Husni juga mengungkapkan bahwa pihak desa telah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan, termasuk dalam momen reses anggota DPRD, baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Sudah pernah kami sampaikan, termasuk usulan pembangunan tower juga. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” tambahnya.

Harapan Warga: Jangan Dibiarkan Mati

Warga berharap pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Selain sebagai jalur alternatif, akses ini dinilai strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Apalagi, pembangunan jalan tersebut sebelumnya diketahui telah menelan anggaran yang tidak sedikit.

“Jangan sampai dibiarkan terbengkalai. Ini aset daerah dan urat nadi ekonomi warga,” harap masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi dan masih akan dikonfirmasi lebih lanjut. (DK)