Example 300x600
Daerah

Bocah 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Komering, Warga Muaradua Gempar

×

Bocah 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Komering, Warga Muaradua Gempar

Sebarkan artikel ini
Lurah Pasar bersama Kaling turun ke lokasi ketempat kejadian bocah di duga hanyut. Foto: Deni Kemala/XMEDIA.NEWS.

Laporan: Deni Kemala.

OKU SELATAN, XMEDIA.NEWS – Suasana tenang di Lingkungan Kampung Masjid, Kelurahan Pasar, Kecamatan Muaradua, mendadak berubah menjadi kepanikan. Seorang bocah berusia 2 tahun dilaporkan hilang dan diduga terjatuh lalu hanyut di Sungai Komering, Kamis (9/4/2026) sore.

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian di tepi sungai.

Kronologi Hilangnya Bocah di Dalam Rumah

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bocah tersebut diketahui bernama Findo bin Reza, warga setempat. Sebelum dinyatakan hilang, Findo berada di rumah bersama ibunya, sementara sang ayah sedang bekerja.

Saat itu, Findo tengah bermain ponsel di ruang tamu. Di waktu bersamaan, ibunya berada di dapur mencuci piring. Namun, ketika sang ibu kembali ke ruang tamu, ia mendapati anaknya sudah tidak berada di dalam rumah.

Yang tersisa hanya ponsel milik Findo yang ditemukan tergeletak di depan rumah. Menyadari hal tersebut, sang ibu langsung panik dan berupaya mencari keberadaan anaknya di sekitar rumah sambil menghubungi suaminya untuk memberitahukan kejadian tersebut.

Dugaan Jatuh ke Sungai, Tim Penyelamat Dikerahkan

Kepala Lingkungan (Kaling) 5 Kampung Masjid, Hardian, menyebutkan bahwa berdasarkan dugaan sementara, bocah tersebut kemungkinan terjatuh dan hanyut ke Sungai Komering yang berada tidak jauh dari rumah korban.

“Kejadiannya sore ini. Kami sudah menghubungi tim BPBD untuk segera melakukan pencarian,” ujarnya.

Sekretaris Daerah OKU Selatan yang juga menjabat sebagai Kepala BPBD membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan tim BPBD dan Tagana untuk segera turun ke lokasi guna melakukan upaya pencarian.

Suasana Haru Selimuti Keluarga dan Warga

Di lokasi kejadian, suasana haru menyelimuti keluarga korban. Tangis histeris terdengar dari orang tua Findo, terutama sang ayah yang tidak kuasa menahan kesedihan saat mengetahui anaknya hilang.

Kakek korban, Romzi, mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Ia mengatakan baru mengetahui kabar itu saat sedang bekerja, setelah diberitahu oleh istrinya.

“Saya baru tahu sore ini. Tadi diberitahu neneknya. Semalam masih sempat saya gendong,” ujarnya dengan suara bergetar.

Pantauan di lapangan, sejumlah aparat dan perangkat kelurahan, termasuk Lurah Pasar Muaradua MGS Bambang, turut hadir untuk memantau situasi serta memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap bocah tersebut masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama warga setempat. Masyarakat berharap Findo segera ditemukan. (DK)