MUARADUA – Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) kembali dilanda bencana tanah longsor. Peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Are pada Selasa (3/2/2026) dan langsung ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD OKU Selatan, longsor terjadi di dua ruas jalan berbeda. Lokasi pertama berada di jalan penghubung Desa Sadau Jaya dengan Desa Ujan Mas, sedangkan lokasi kedua terjadi di jalan kabupaten menuju Desa Pulau Kemuning, Kecamatan Sungai Are.
BPBD OKU Selatan menerima laporan kejadian pada pukul 17.24 WIB. Tanah longsor sendiri dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.20 WIB di hari yang sama, akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Di lokasi jalan penghubung Desa Sadau Jaya dan Desa Ujan Mas, terdapat satu titik longsor dengan kondisi tanah di bawah badan jalan mengalami penurunan dan berpotensi menyebabkan akses jalan terputus. Sementara di jalan kabupaten menuju Desa Pulau Kemuning, ditemukan tiga titik longsor yang mengakibatkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di kedua jalur tersebut mengalami gangguan dan berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar.
Sebagai langkah awal penanganan, BPBD OKU Selatan bersama unsur TNI, Polri, pihak kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan survei lapangan, kaji cepat, dan koordinasi dengan pihak terkait guna menentukan langkah penanganan lanjutan.
Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Abusama, S.H. mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan yang masih cukup tinggi.
“Dalam kondisi cuaca seperti ini, masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalan yang rawan longsor. Jika hujan deras, sebaiknya menunda perjalanan demi keselamatan bersama,” imbau Bupati.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan serta mengambil langkah-langkah penanganan darurat agar akses jalan dapat segera difungsikan kembali dan aktivitas masyarakat berjalan normal. (rel)













