Laporan: Deni Kemala.
OKU SELATAN, XMEDIA.NEWS – Kondisi sejumlah Ruang Kegiatan Belajar (RKB) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Simpang Saga, Kecamatan Buay Runjung, Kabupaten OKU Selatan, kini memprihatinkan dan menimbulkan kekhawatiran bagi guru maupun masyarakat.
Berdasarkan pantauan XMEDIA.NEWS di lokasi pada Selasa (20/5/2026), beberapa bagian bangunan terlihat mengalami penurunan pada atap, sementara lantai keramik di sejumlah ruangan banyak yang pecah dan retak. Kerusakan tersebut diduga dipicu kondisi tanah yang amblas di bagian depan bangunan sekolah.
Atap Bangunan Menurun, Keselamatan Siswa Dikhawatirkan
Kerusakan paling mencolok terlihat pada struktur atap bangunan yang tampak menurun. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran akan potensi bangunan roboh jika tidak segera dilakukan penanganan.
Selain itu, pecahan keramik yang berserakan di dalam ruangan juga dinilai berbahaya bagi siswa, terutama saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika tidak berhati-hati, siswa bisa mengalami luka akibat menginjak bagian keramik yang tajam.
Para guru dan warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengecek langsung kondisi bangunan sekolah tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Guru Mengaku Sudah Lapor ke Dinas Pendidikan
Saat media berupaya mengonfirmasi pihak sekolah, Kepala SDN Simpang Saga diketahui sedang tidak berada di tempat karena ada kegiatan di kantor dinas.
Namun, beberapa guru yang ditemui membenarkan bahwa kondisi bangunan sekolah memang sudah cukup lama dikeluhkan dan telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan OKU Selatan.
“Sudah pernah disampaikan ke dinas terkait kondisi bangunan ini. Kami berharap ada tindak lanjut karena kondisi bangunan memang cukup mengkhawatirkan,” ujar salah seorang guru.
DPRD Akan Koordinasi dengan Dinas Terkait
Menanggapi informasi tersebut, Ketua Komisi IV DPRD OKU Selatan, Wahyudi, mengaku telah menerima laporan mengenai kondisi bangunan SDN Simpang Saga.
Ia menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan langkah penanganan yang perlu dilakukan, termasuk mengevaluasi kelayakan bangunan untuk kegiatan belajar mengajar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan, baik melalui perbaikan bangunan maupun relokasi sementara kegiatan belajar, demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik di sekolah tersebut. (DK)













