Laporan: Deni Kemala.
OKU SELATAN, XMEDIA.NEWS – Rusaknya jembatan gantung di Desa Campang, Kecamatan Kisam Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan membuat warga terpaksa menggunakan rakit bambu sebagai akses penyeberangan darurat di aliran Sungai Kemu.
Jembatan darurat tersebut dibuat secara swadaya oleh masyarakat agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan, terutama bagi para petani yang memiliki kebun di wilayah seberang desa.
Selain digunakan menuju lahan pertanian, akses tersebut juga menjadi jalur penting bagi warga yang tinggal di kawasan talang untuk menuju pusat Desa Campang.
Sebelum mengalami kerusakan akibat diterjang banjir luapan Sungai Kemu beberapa bulan lalu, jembatan gantung menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari pergi ke kebun hingga mengangkut hasil bumi.
Namun sejak kondisi jembatan rusak parah dan tidak lagi bisa dilalui, mobilitas warga menjadi terganggu, terlebih ketika debit air sungai meningkat.

Warga kini hanya bisa memanfaatkan rakit bambu saat kondisi sungai sedang surut atau aliran air tidak terlalu deras. Ketika Sungai Kemu meluap, rakit bambu tersebut bahkan kerap hanyut terbawa arus.
Situasi itu dinilai cukup berbahaya karena keselamatan warga yang menyeberang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan debit air sungai.
Masyarakat khawatir sewaktu-waktu arus deras dapat membahayakan warga yang sedang melintas menggunakan rakit bambu darurat tersebut.
“Kami terpaksa membuat rakit bambu agar tetap bisa pergi ke kebun dan ke pusat desa. Harapan kami jembatan gantung segera diperbaiki karena akses ini sangat penting bagi warga,” ujar Mul, salah seorang warga setempat.
Dari pantauan di lokasi, kondisi jembatan gantung di Desa Campang terlihat mengalami kerusakan berat dan tidak memungkinkan lagi untuk digunakan masyarakat.
Akses tersebut diketahui memiliki intensitas penggunaan yang cukup tinggi karena menjadi jalur utama warga untuk mengangkut hasil pertanian, terutama kopi, menuju pusat desa.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan atau pembangunan ulang jembatan agar aktivitas warga kembali normal dan lebih aman. (DK)














