Laporan: Deni Kemala.
OKU SELATAN, XMEDIA.NEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Muaradua kembali memicu banjir di kawasan Jalan Pemkab Jagaraga, tepatnya di Simpang Tiga Perkim, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Minggu (5/4/2026).
Kondisi ini membuat personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten OKU Selatan harus turun tangan. Tak hanya berjibaku memadamkan api, belakangan ini mereka juga disibukkan dengan penanganan banjir yang kerap terjadi di titik tersebut.
Dengan mengerahkan dua unit kendaraan serta belasan personel, tim Damkar bekerja keras menyedot genangan air menggunakan mesin pompa dan selang guna mengurangi volume air yang menggenangi badan jalan.
15 Personel Dikerahkan
Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran, Rison Efendi, menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan sebanyak 15 personel untuk menangani banjir di lokasi tersebut.
“Sore hari ini kami kerahkan 15 personel dan dua unit kendaraan untuk melakukan penyedotan air menggunakan mesin alkon agar genangan cepat surut,” ujarnya.
Upaya tersebut dilakukan agar akses jalan yang sempat terganggu dapat kembali dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.
Drainase Buruk Jadi Penyebab
Menurut Rison, banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan serta buruknya sistem drainase di sekitar lokasi.
Air dari kawasan yang lebih tinggi, seperti area perumahan Perkim, mengalir dan terkumpul di titik tersebut. Sementara itu, saluran pembuangan air yang ada tidak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan genangan.
“Aliran air dari atas menumpuk di sini, sementara pembuangannya lambat. Itu yang membuat banjir sering terjadi,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar instansi terkait segera membangun gorong-gorong atau saluran air tambahan guna memperlancar aliran air dan mencegah banjir berulang.
Dikeluhkan Warga dan Pengendara
Banjir yang kerap terjadi di Simpang Tiga Perkim ini telah lama menjadi keluhan masyarakat, terutama para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Selain menghambat aktivitas, genangan air juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.
Seorang warga, Ediupik, mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi yang dinilai tak kunjung mendapat solusi.
“Ini sudah sering terjadi, tapi belum ada solusi nyata. Kalau jalan provinsi rusak dan jalan ini banjir, masyarakat mau lewat mana lagi?” tegasnya.
Butuh Penanganan Serius
Kondisi banjir berulang ini dinilai sebagai persoalan serius yang perlu segera ditangani secara menyeluruh oleh pemerintah daerah.
Tidak hanya penanganan sementara seperti penyedotan air, tetapi juga solusi jangka panjang melalui perbaikan sistem drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Masyarakat berharap, persoalan ini dapat menjadi prioritas pemerintah demi kelancaran mobilitas dan keselamatan pengguna jalan di wilayah tersebut. (DK)













