Example 300x600
Pemkab OKU Selatan

Bupati OKU Selatan Kukuhkan Pengurus DPC IPeKB Periode 2026–2030

×

Bupati OKU Selatan Kukuhkan Pengurus DPC IPeKB Periode 2026–2030

Sebarkan artikel ini
Bupati OKU Selatan Abusama, SH saat melantik dan mengukuhkan pengurus DPC IPeKB Kabupaten OKU Selatan di Aula Pemkab. Foto: Ist.

MUARADUA – Bupati Ogan Komering Ulu Selatan, Abusama, S.H., secara resmi melantik dan mengukuhkan jajaran Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (DPC IPeKB Indonesia) Kabupaten OKU Selatan untuk masa bakti 2026–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, Kamis (08/12/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran penyuluh keluarga berencana sebagai garda terdepan pembangunan kependudukan dan ketahanan keluarga di daerah.

Pelantikan Ketua dan Pengurus DPC IPeKB

Rangkaian acara diawali dengan pelantikan Ketua DPC IPeKB Indonesia Kabupaten OKU Selatan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) IPeKB Indonesia Provinsi Sumatera Selatan. Setelah itu, seluruh jajaran pengurus DPC IPeKB Indonesia Kabupaten OKU Selatan masa bakti 2026–2030 turut dikukuhkan secara resmi.

Pelantikan ini menandai dimulainya tanggung jawab baru para pengurus untuk menjalankan roda organisasi sekaligus memperkuat peran penyuluh KB di tengah masyarakat.

Peran Strategis IPeKB dalam Program KKB

Dalam sambutannya, Bupati Abusama menegaskan bahwa keberadaan IPeKB di Kabupaten OKU Selatan memiliki peran yang sangat strategis dan mendesak, khususnya dalam mendukung Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KKB).

Menurutnya, IPeKB diharapkan mampu menjadi wadah profesional dalam pengembangan penggerakan, pelayanan, dan penyuluhan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya inovasi metode penyuluhan yang efektif, efisien, serta memiliki pola kerja yang terukur dan dapat dievaluasi secara berkelanjutan.

“Pengurus IPeKB harus mampu menghadirkan metode penyuluhan dan pelayanan yang tepat sasaran, dengan sistem kerja yang jelas, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Dorong Pencegahan Stunting Sejak Dini

Lebih lanjut, Bupati OKU Selatan menyoroti peran penting pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini. Ia menilai, peran penyuluh KB akan semakin optimal apabila dimulai dari keteladanan di lingkungan keluarga, disertai keseriusan dalam pendampingan dan pembinaan di desa-desa wilayah tugas masing-masing.

Bupati berharap IPeKB dapat berkontribusi nyata dalam menekan angka stunting, khususnya dengan mencegah munculnya kasus stunting baru di Kabupaten OKU Selatan.

“Dibutuhkan komitmen, kerja nyata, dan pendampingan yang berkesinambungan agar upaya penurunan stunting benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya. (rel)