Example 300x600
Pemkab OKU Selatan

Bupati OKU Selatan Minta Warga Waspada Longsor di Jalur Watas–Muara Sindang Ilir

×

Bupati OKU Selatan Minta Warga Waspada Longsor di Jalur Watas–Muara Sindang Ilir

Sebarkan artikel ini
Bupati OKU Selatan Imbau Warga Waspada Longsor di Ruas Jalan Watas–Muara Sindang Ilir. Foto: Ist.

MUARADUA – Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) Abusama, S.H., mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan setelah terjadinya bencana tanah longsor di ruas jalan penghubung Desa Watas menuju Desa Muara Sindang Ilir, Kecamatan Sindang Danau, Kamis (01/01/2026).

Longsor tersebut mengakibatkan badan jalan tertutup material tanah dan bebatuan, sehingga akses kendaraan roda empat untuk sementara tidak dapat melintas. Saat ini, jalur tersebut hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dengan bantuan dan pengawasan warga setempat.

Akses Jalan Terbatas, Warga Diminta Utamakan Keselamatan

Bupati Abusama menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Ia meminta warga untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur yang terdampak longsor, terutama menggunakan kendaraan roda empat.

“Untuk sementara waktu, kami minta masyarakat tidak melintasi ruas jalan ini dengan kendaraan roda empat. Ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tegas Bupati.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati, mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi akibat kondisi tanah yang labil.

Pemkab Kerahkan OPD dan Alat Berat

Sebagai langkah penanganan cepat, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan penanganan secara terkoordinasi. Pengerahan alat berat juga disiapkan guna mempercepat proses pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.

Upaya tersebut dilakukan agar akses penghubung antar desa dapat segera kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam waktu lama.

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Risiko Lanjutan

Bupati Abusama juga menyoroti kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan berpotensi memicu bencana lanjutan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk terus memantau kondisi sekitar dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.

“Jika ada indikasi longsor atau kondisi membahayakan lainnya, segera laporkan kepada pemerintah desa atau pihak terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan dan antisipasi bersama guna melindungi keselamatan masyarakat OKU Selatan dari ancaman bencana alam. (rel)