Laporan: Deni Kemala
OKU SELATAN, XMEDIA.NEWS – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan menghadirkan kebijakan unik sekaligus ramah lingkungan. Ke depan, pasangan calon pengantin di wilayah ini diwajibkan menanam pohon sebagai salah satu syarat sebelum melangsungkan akad pernikahan.
Kebijakan ini digagas langsung oleh Bupati OKU Selatan, Abusama, sebagai upaya menjaga kelestarian alam sekaligus menanamkan budaya peduli lingkungan sejak awal membangun rumah tangga.
Tanam Pohon, Tanam Masa Depan
Program ini bukan sekadar simbolis. Setiap calon pengantin nantinya diwajibkan menanam pohon, khususnya tanaman produktif seperti buah-buahan.
Langkah kecil ini diharapkan tumbuh menjadi dampak besar. Pohon yang ditanam hari ini bisa menjadi peneduh esok hari, bahkan sumber penghasilan di masa depan.
“Program ini sudah mulai digerakkan dan disinergikan dengan Kementerian Agama agar bisa menjadi syarat bagi calon pengantin,” ujar Bupati Abusama.
Disesuaikan dengan Potensi Wilayah
Teknis pelaksanaan program masih dalam tahap koordinasi bersama Kementerian Agama, khususnya dengan Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing wilayah.
Jenis pohon yang ditanam akan disesuaikan dengan kondisi daerah. Misalnya, di kawasan Ranau, calon pengantin dianjurkan menanam pohon alpukat.
Jumlahnya pun tidak memberatkan. Jika satu pasangan menanam dua batang pohon, maka masing-masing hanya menanam satu pohon.
Bernilai Ekologis Sekaligus Ekonomis
Selain menjaga lingkungan, program ini juga dirancang memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Pohon buah yang ditanam dapat menjadi investasi jangka panjang bagi keluarga baru, memberikan hasil yang bisa dinikmati di kemudian hari.
Kepala Dinas Pariwisata OKU Selatan, Adi Saputra, membenarkan adanya rencana tersebut.
“Tujuannya untuk menjaga kelestarian alam. Jenis pohon disesuaikan dengan wilayah masing-masing,” jelasnya.
Kebijakan ini menjadikan momen pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga merajut hubungan baru antara manusia dan alam. Dari janji suci di pelaminan, tumbuh harapan hijau yang berakar di tanah OKU Selatan. (DK)













